Main image
16th July
2013
written by

Kemarin malam, saya berkunjung ke salah satu toko buku di Yogyakarta yang menawarkan banyak diskon. Saya membeli sebuah buku bersampul kuning dengan simbol-simbol dunia wisata dan perhotelan. Saya membelinya kemarin malam dan saya diamkan sampai keesokan paginya saya coba buka, melihat daftar isinya, melihat 2 sekilas isinya, wah sepertinya menarik, apalagi buku nonfiksi tersebut di sertai dengan ilustrasi di setiap chapternya. Bukunya sangat ringan, tapi bukan berarti cerita di dalamnya sangat enteng, justru buku tersebut sangat memberikan banyak pengalaman dengan penceritaan yang ringan. Buku tersebut berjudul Hotelicious : Trapped in the Hotel karya Anna Swan, saya beli kalau tidak salah Rp. 37.000. Dan kalian harus percaya bahwa begitu saya membaca chapter pertama, chapter-chapter berikutnya terlibas habis, semakin menarik, semakin tertarik. Sampai-sampai saya tidak menyentuh laptop saya untuk mengerjakan thesis saya, praktis satu hari ini saya off kerjakan thesis yang sedang kejar deadline. Dan sehari ini pula buku tersebut sudah selesai sampai lebar terakhir. Alahmakk,, sepertinya besok saya harus kebut ngerjain thesis saya gara-gara buku ini.

Oke singkat cerita, seperti yang sudah tertera pada judulnya, buku ini berkisah seputar kejadian-kejadian unik di hotel, mungkin untuk orang-orang yang sering bepergian dan harus menginap di hotel, kejadian di seputar hotel sangatlah biasa. Tetapi bagaimana jikalau penggambaran mengenai pola relasi antar penghuni hotel tersebut di ceritakan dari sudut pandang salah seorang pekerja disana? Nah sisi itulah yang menurut saya menarik, Anna adalah seorang mahasiswa perhotelan yang pada akhirnya mendapatkan kesempatan bagus untuk bekerja salah satu hotel besar dan mewah di Bali, kemudian dia juga ditempatkan untuk bekerja di salah satu hotel bintang lima di Surabaya. Dalam setiap pengalamannya mulai dari kuliah sampai magang dan pada akhirnya bekerja, selalu saja ada banyak hal menarik yang ia temui. Bertemu orang-orang baru dari berbagai kota bahkan negara tentu membuat sesuatu yang sebenarnya biasa saja, seperti makanan, bahasa, dan perilaku menjadi sesuatu yang unik dan mengundang tawa. Benar-benar buku ini selain membuat kita mengerti sedikit-sedikit tentang dunia perhotelan, sistem sosial yang ada di sana, Anna juga memberikan kita banyak cerita lucu tentang bagaimana menghadapi tamu-tamunya yang selalu baru, aneh dan segar.

Tetapi jangan mengharapakan cerita ini adalah cerita humor kacangan dengan gaya bahasa yang ke-jakarte2an, yang defini lucunya sampai-sampai ada yang bertestimoni “dijamin ngakak” di cover buku bagian belakangnya. Buku ini memang segar, unik, lucu, tetapi masih ada terselip sebuah “royal dignity” karena guyonannya meskipun ada yang bertema kampungan tapi dikemas dengan sangat sopan, benar-benar gaya bahasa seorang front office hotel bintang lima yang sedang rileks mode, ia berusaha menggunakan bahasa yang santai ketika menulis, tetapi latar belakang pekerjaannya yang notabene harus selalu menjaga perilaku membuat dia tetap dalam gaya bahasa yang halus. Sebuah bacaan lucu yang tidak membuat kita memproduksi muka jelek karena tertawa gak ketulungan. Juga sebuah bacaan yang memeberi banyak pengalaman baru dari membaca. Sangat direkomendasi pokonya

2 Comments

  1. 17/07/2013

    salam kenal dari sesama mahaiswa UGM 🙂

  2. 17/07/2013

    salam kenal jugaa,,,, fakultas apa? hehehe aku dari fib

Leave a Reply